|
... Hati. Ia menghembuskan napasnya yang hangat, jarak kami yang cukup dekat membuatku merasakannya, dan aku menikmatinya. "Terimakasih Lia...terimakasih banget...aku, aku---" Kuangkat telunjuk kananku yang tadinya menyentuh jemari dia, dan melayang ke arah bibirnya, Ia terdiam. "Peluk aku, Di... Boleh kan? Itu saja permintaanku." Matanya melebar terkesiap. "Bo--boleh... iya boleh... justru..." Aku ...

http://travellist.livejournal.com/1058.html
(Cached)
0 links
Published: 1 year, 6 months ago (Sun, 06 Jan 2008 15:00:46 PST); 2925 bytes
|